Senin, 09 Juni 2014
Minggu, 08 Juni 2014
Materi Surat Resmi
SURAT
RESMI
A. Pengertian surat Resmi
Surat merupakan media
komunikasi tertulis antara seseorang atau lembaga dengan seseorang atau lembaga
lainnya. Sebagai media komunikasi tulis, surat memiliki kelebihan, yakni
memberikan kesempatan yang lebih leluasa untuk berpikir dan merenungkan hal-hal
yang akan disampaikan kepada orang lain.
Fungsi surat adalah sebagai berikut: (1) alat
komunikasi, (2) alat bukti tertulis, (3) alat bukti historis, (4) alat
pengingat, (5) pedoman kerja, dan (6) sebagai duta organisasi.
Bahasa surat yang baik harus memenuhi ketentuan
berikut.
1. Bahasa yang digunakan benar/baku sesuai
dengan kaidah, baik tentang ejaan, pemilihan kata, bentuk kata, maupun
kalimatnya. Bahasa surat harus logis, wajar, hemat, cermat, sopan, dan menarik.
2. Isi surat dinyatakan secara ringkas, jelas,
dan eksplisit. penulisan yang benar.
3. Disusun dengan teknik penyusunan surat yang
benar.
4. Bahasa baku, bahasa yang diakui benar menurut
kaidah yang sudah dilazimkan. Penggunaan bahasa baku dapat membawa wibawa
seseorang dan dipandang sebagai lambang status sosial yang tinggi.
5. Bahasa efektif, bahasa yang secara tepat
dapat mencapai sasarannya. Ciribahasa efektif adalah sederhana/wajar, ringkas,
jelas, sopan, dan menarik.
B. Bagian-bagian surat resmi
1. Kepala surat
2. Tanggal surat
3. Nomor surat
4. Lampiran
5. Perihal surat
6. Alamat surat
7. Salam pembuka
8. Isi
9. Alinea isi
10. Alinea penutup
11. Salam Penutup
12. Jabatan tanda tangan,
13. Tembusan nama jelas
14. Inisial
1. Kepala surat. Fungsinya sebagai identitas
diri bagi instansi bersangkutan, di antaranya:
a Nama instansi
b Lambang atau logo instansi
c Alamat
d Kode pos
e Nomor telepon
f Nomor faksimile atau e-mail
Contoh:
KEMENTRIAN PENDIDIKAN NASIONAL
PUSAT PERBUKUAN
JALAN GUNUNG SAHARI RAYA (EKS KOMPLEK SILIWANGI)
JAKARTA PUSAT
Telepon (021) 3804248(5 saluran) Fax. (021)
3806229 Tromol Pos 3679
homepage : http//www.sibi.or.id Email :
pusbuk@sibi.or.id
Hal yang perlu mendapat perhatian dalam
penyusunan kepala surat adalah:
a. Hendaknya dihindari penggunaan singkatan,
misalnya, kata jalan menjadi Jl. atau Telepon jadi Tlp.
b. Kepala surat hendaknya disusun secara
efisien. Misalnya, kata nomor dalam menunjukkan alamat, tidak perlu dicantumkan
karena hal itu merupakan sesuatu yang mubazir. Orang sudah mengetahui bahwa
angka yang mengikuti nama jalan pada alamat merupakan nomor urut bangunan.
c. Penggunaan titik dua (:) sering juga dijumpai
antara kata telepon dengan nomor yang mengikutinya. Misalnya Telepon: 5403518.
Tanda tersebut juga tidak perlu digunakan.
2. Nomor Surat.
Penulisan
nomor surat berguna untuk:
a. Memudahkan dalam pengarsipannya
b. Memudahkan dalam mencarinya kembali
c. Mengetahui banyaknya surat yang keluar
d. Bahan rujukan dalam surat-menyurat tahap
berikutnya.
Hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan
nomor surat adalah:
a. Huruf awal kata nomor harus ditulis dengan
huruf kapital
b. Kata nomor sebaiknya tidak disingkat,
misalnya, menjadi no.
c. Pada akhir baris tidak dibubuhkan tanda
titik.
Contoh penulisan surat yang benar:
Nomor : 001/SMU-1/2001
Nomor : 21/KRS/II/2003
Nomor : 10/SU/III/2003 (tidak memakai titik)
Contoh:
Nomor: 007 / KSH – 1 / IV / 2004
Angka tahun
Angka bulan
Kode surat
Nomor surat
3. Tanggal Surat. Tanggal surat ditulis sejajar
dengan nomor surat. Nama tempat, mendahului tanggal surat.
Hal lain yang harus diperhatikan:
a. Nama bulan ditulis dengan huruf secara
lengkap
b. Angka tahun tidak boleh disingkat
c. Pada akhir tidak dibubuhi tanda titik
Contoh:
Surabaya, 27 Juli 2006
Contoh-contoh penulisan tanggal yang benar:
Ø 17 Agustus 2007
Ø 10 November 2007
Ø 22 Desember 2007
Ø 1 Januari 2007 (tidak memakai titik)
4. Lampiran. Melampirkan berarti menyertakan
sesuatu dengan yang lain. Berikut ini adalah kaidah-kaidah penulisan lampiran.
a. Huruf awal kata lampiran ditulis dengan huruf
kapital.
b. Sebaiknya kata lampiran tidak disingkat,
misalnya, menjadi lamp.
c. Pencantuman jumlah lampiran hendaknya tidak
dirangkap antara yang menggunakan huruf dengan yang menggunakan angka, pilih
salah satu saja.
d. Jika tidak ada sesuatu yang dilampirkan,
sebaiknya tidak dicantumkan lampiran pada surat itu.
e Pada akhir baris tidak digunakan tanda titik.
Contoh penulisan lampiran yang benar:
– Lampiran : tiga helai
– Lampiran : satu berkas
– Lampiran : dua lembar
– Lampiran : sepuluh lembar
5. Hal Surat. Hal surat berarti soal atau
perkara yang dibicarakan surat. Cara penulisannya:
a. Harus ditulis dengan singkat, jelas, dan
menarik;
b. Berwujud kata atau frasa, bukan kalimat;
c. Huruf pertama pada setiap katanya harus
ditulis dalam huruf kapital.
Contoh penulisan hal yang benar:
Hal : Jadwal Ujian Matematika
Hal : Undangan Rapat Panitia
6. Alamat Surat. Alamat pada sampul surat
terdiri atas:
a. kata Kepada Yth;
b. nama jabatan;
c. unit kerja; dan
d. alat lengkap.
Di depan nama jabatan atau gelar pada sampul
surat dan/atau surat tidak dicantumkan kata penyapa seperti Bapak, Ibu,
Saudara/atau Saudari.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan
alamat luar adalah:
a. Kelompok kata yang terhormat disingkat
menjadi Yth.
b. Huruf awal pada singkatan Yth. ditulis dengan
huruf kapital
c. Penulisan alamat didahului kata Kepada
d. Sapaan ibu, bapak, tuan, saudara, dan
sejenisnya dapat digunakan apabila surat tersebut ditujukan kepada nama
perseorangan. Huruf awal kata sapaan itu harus menggunakan huruf kapital.
e. Gelar akademik dan kepangkatan dicantumkan
f. Pencantuman gelar akademik/kepangkatan dan
kata sapaan, kedua-duanya berfungsi sebagai penghormatan. Oleh karena itu,
dalam pencantumannya hendaklah dipilih salah satu.
g. Pemenggalan alamat surat pada setiap barisnya
hendaknya didasarkan pada hubungan frasa
h. Akhir alamat surat tidak menggunakan tanda
titik.
Contoh penulisan alamat luar:
Kepada
Yth. Encep Syarif Nurdin, Drs., M.Pd
Jalan Gegerarum Baru 20
Bandung 40153
Kepada
Yth. Kepala Biro Organisasi
Sekretariat Jenderal
Departemen Pendidikan Nasional
Jalan Jenderal Sudirman, Senayan
Jakarta 10270
Kepada
Yth. Ibu Iin Hendriyani
d.a. LPK Triguna
Jalan Tentara Pelajar 91
Tasikmalaya
Ketentuan penulisan pada kalimat surat bagian
dalam:
a. Tidak didahului kata Kepada;
b. Menggunakan kata Yth;
c. Menggunakan nama jabatan;
d. Mencantumkan unit kerja;
e. Menggunakan alamat lengkap; dan
f. Nama tempat pada alamat yang dituju tidak
didahului kata depan di.
Contoh penulisan yang benar:
Yth. Kepala Biro Organisasi
Sekretariat Jenderal Departemen Pendidikan
Nasional
Jalan Jenderal Sudirman, Senayan
Jakarta 10270
7. Salam Pembuka. Salam pembuka berfungsi
sebagai penghormatan terhadap pihak yang di tuju.
Penulisan salam pembuka yang benar:
a. Huruf awal pada salam pembuka ditulis dengan
huruf kapital
b. Huruf awal ”hormat’’ ditulis dengan huruf
kecil
c. Penulisan salam pembuka diakhiri dengan tanda
koma.
8. Isi Surat. Alinea pembuka hendaknya dapat
membangkitkan minat penerima surat untuk membacanya. Susunlah alinea pembuka
dengan menarik, yakni dengan menggunakan pilihan kata yang tepat, susunah
kalimat yang sesuai, dan ejaan yang benar.
Contoh:
– Dengan surat ini kami beri tahukan kepada
Saudara…
– Dengan ini saya mohon bantuan Saudara untuk..
– Bersama ini saya kirimkan kepada Bapak…
– Seiring dengan surat ini saya kirimkan uang
dengan wesel pos sebesar…
– Sehubungan dengan surat ini kami tanggal…
– Menyambung surat kami tanggal…
– Sesuai dengan pembicaraan kita melalui telepon
tanggal…
– Dengan sangat menyesal kami beri tahukan
bahwa…
– Sebagai Ibu/Bapak/Saudara maklumi….
– Menunjuk surat Saudara nomoR…
– Membalas surat Ibu tanggal…
– Menjawab pertanyaan Anda dalam surat anda…
– Memenuhi pesanan Tuan dengan surat
tanggal_.Nomor….
– Menyusul surat kami tanggal_, dengan ini kami
beri tahukan bahwa…
– Dengan sangat menyesal kami sampaikan kepada
Bapak bahwa…
– Sesuai dengan permintaan Saudara….
9. Alinea Isi. Untuk menyusun isi surat yang
baik perhatikanlah pedoman berikut:
a. Tetapkan terlebih dahulu maksud surat, yaitu
tentang apa yang hendak diberitahukan, ditanyakan, dikemukakan, diminta, dan
sebagainya kepada penerima surat.
b. Tetapkan urutannya secara sistematis dan
logis.
c. Gunakanlah informasi/fakta secara memadai.
d. Susunlah ke dalam beberapa alinea dan setiap
alinea mewakili satu gagasan utama.
e. Selesaikanlah pokok persoalan satu per satu
secara teratur dengan menggunakan kalimat yang mudah dipahami.
f. Hindarkan pemakaian akronim dan singkatan
yang belum lazim, terutama singkatan yang diciptakan sendiri.
g. Sedapat-dapatnya hindarkan pemakaian kata
atau istilah-istilah asing ataupun daerah, kecuali yang belum ada padanannya
dalam bahasa Indonesia.
h. Hendaknya digunakan bahasa yang lugas, sopan,
dan menarik.
i. Perhatikan bentuk surat dalam penulisan
bagian-bagiannya terutama untuk surat resmi.
j. Perhatikan penulisan ejaan dalam kalimat
surat.
Contoh alinea isi:
Berkenaan dengan hal tersebut, kami mengharapkan
Saudara agar menugasi Kasi Program Kegiatan, Kasubsi Program Kegiatan Umum, dan
Kepala Subsi Penilaian Perkembangan Masyarakat untuk menghadiri rapat tersebut.
Berhubung dengan hal tersebut, kami atas nama kepala dan karyawan, mengucapkan
terima kasih.
10. Alinea Penutup. Alinea penutup berupa
simpulan, harapan, ucapan terima kasih, ataupun ucapan selamat. Pada umumnya,
alinea penutup hanya terdiri atas sebuah kalimat.
Contoh kalimat penutup:
– Atas bantuan Saudara, saya sampaikan banyak
terima kasih.
– Atas perhatian Saudara, saya ucapkan terima
kasih.
– Mudah-mudahan bahan pertimbangan yang kami
kemukakan di atas bermanfaat bagi Saudara.
Contoh kesalahan dalam alinea penutup:
– Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih
– Saya haturkan terima kasih atas perhatian Ibu.
11. Salam penutup. Salam penutup yang sering
digunakan adalah hormat kami, hormat saya, salam takzim, dan wasalam. Dalam
surat dinas tidak digunakan salam penutup.
Hal penting yang harus diperhatikan dalam
penulisan salam penutup adalah:
– Huruf awal salam penutup ditulis dengan huruf
kapital
– Penulisan salam penutup diakhiri tanda koma.
Contoh:
Hormat kami,…..
12. Pengiriman Surat. Pengiriman surat adalah
pihak yang bertanggung jawab atas penulisan/ penyampaian surat. Sebagai bukti
pertanggungjawaban, dalam bagian akhir surat tersebut, dibubuhi tanda tangan.
Hal yang perlu diperhatikan:
a. Pengiriman surat hendaknya disertai identitas
diri, misalnya: jabatan, nomor induk pegawai, dan cap dinas/jabatan.
b. Nama pengirim tidak digarisbawahi, tidak pula
berada di antara tanda kurung.
c. Pada akhir baris tidak dibubuhkan tanda
titik.
d. Dalam surat-surat tertentu, pengirim surat
dapat mendelegasikan penandatanganan suratnya itu kepada pejabat yang berada di
bawahnya.
Singkatan a.n. bukan a/n merupakan kepanjangan
dari atas nama.
– Singkatan ini digunakan pengirim jika ia
menandatangani surat yang mengatasnamakan pejabat lain, misalnya, atasan
pengiriman surat.
– Surat yang ditandatangani tidak harus
dikonsultasikan isinya kepada atasan pengirim surat.
Contoh :
a.n. Kepala Sanggar Belajar Budi Mulia
Wali Kelas X
Ttd
Farhan Dani, S.Pd.
Singkatan u.b. kepanjangan dari beliau.
Singkatan ini digunakan jika seorang pejabat mendapat pendelegasian wewenang
untuk menandatangani surat dari pejabat atasannya. Pejabat atasannya itu
sendiri berhak menandatangani surat dengan sebutan atas nama (a.n.) karena ia
pun menerima limpahan wewenang. Misalnya, jika kepala Sanggar Belajar Budi
Mulia melimpahkan wewenangnya kepada pembina Kesenian, maka Pembina Kesenian
dapat menandatangani surat tersebut dengan sebutan a.n. Kepala Sanggar Belajar
Budi Mulia. Pembina Kesenian dapat melimpahkan wewenangnya lagi kepada pihak
lainnya, misalnya Wali Kelas IA. Dalam hal inilah, Wali Kelas IA dapat
menandatangani surat dengan sebutan u.b.
Contoh :
a.n. Kepala Sanggar Belajar Budi Mulia
Pembina Kesenian
u.b.
Wali Kelas X
ttd
Farhan Dani, S.Pd.
NIP.
Singkatan a.p. merupakan kepanjangan dari atas
nama perintah dengan huruf kecil dan masing-masing diakhiri titik. Singkatan
ini digunakan jika pejabat yang berwenang menandatangani surat memberikan kuasa
kepada bawahannya.
Contoh :
a.p. Kepala Biro Organisasi
Kepala Subbagian Tata Usaha
ttd.
Farhan Dani, S.Pd.
NIP.
apb. (atas perintah beliau), penulisannya dengan
huruf kecil semua dan diakhiri dengan titik. Singkatan ini digunakan jika
seorang menteri menguasakan penandatanganan surat kepada bawahannya.
Contoh:
Menteri Pendidikan nasional
apb.
Kepala Biro Kepegawaian
ttd.
Farhan Dani, S.Pd.
NIP.
plh. (pelaksana harian); penulisannya dengan
huruf kecil semua dan diakhiri dengan titik. Singkatan ini digunakan jika
pejabat yang berwewenang menandatangani surat berhalangan untuk waktu tertentu
karena tugas, menguasakan penandatanganan surat kepada pejabat setingkat di
bawahnya selama pejabat tersebut tidak berada di tempat.
Contoh :
plh. Kepala Biro Kepegawaian
Kepala Bagian Mutasi dan Promosi
ttd.
Farhan Dani, S.Pd.
NIP.
wks.(wakil sementara); penulisannya dengan huruf
kecil semua dan diakhiri dengan titik. Singkatan ini digunakan jika pejabat
yang belum ditunjuk penggantinya atau berhalangan karena tugas, untuk sementara
penandatanganan surat dilakukan oleh pejabat yang setingkat dengan eselonnya.
Contoh :
wks. Kepala Biro Organisasi
Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri
ttd.
Farhan Dani, S.Pd.
NIP.
u.p. (untuk perhatian); penulisannya dengan
huruf kecil dan masing-masing huruf diakhiri titik. Singkatan ini digunakan
atau ditujukan kepada seseorang atau pejabat teknis yang menangani suatu
kegiatan atau suatu pekerjaan tanpa memerlukan kebijaksanaan langsung dari
pimpinan pejabat yang bersangkutan.
13. Tembusan Surat
Tembusan dibuat jika isi surat tersebut juga
perlu diketahui pihak-pihak lain, di samping pihak yang ditujunya. Dengan
demikian, pihak yang dituju akan mengetahui pula pihak-pihak yang dikirimi
surat itu. Tembusan hendaknya disusun berdasarkan urutan tingkat atau hierarki,
yakni dari tingkatan/hierarki teratas kepada yang terbawah.
Hal yang perlu diperhatikan adalah:
a Huruf awal kata tembusan ditulis dengan huruf
kapital.
b Kata tembusan tidak perlu diberi garis bawah.
c Tanda titik dua (:) mengikuti kata tembusan
jika tembusannya lebih dari satu
d Penulisan Kepada Yth. tidak perlu dicantumkan
e Yang diberi tembusan adalah pejabat atau
orangnya dan kantornya
f Kata arsip atau pertinggal tidak perlu
dicantumkan.
Contoh penulisan tembusan yang benar:
Tembusan:
– Kakanwil Departemen Agama Provinsi Jawa Barat
– Kepala Dinas Pendidikan Tanjung Pinang,
Kepulauan Riau
14. Inisial
Inisial gunanya untuk mengetahui siapa pengonsep
dan pengetik surat yang bersangkutan. Pihak-pihak tertentu dapat menghubungi
orang itu jika ada kesalahan atau kekurangan-kekurangan pada surat tersebut.
C. Surat dagang, surat perjanjian, dan surat
kuasa
enulisan surat dagang, surat perjanjian, dan
surat kuasa sesuai dengan struktur surat resmi. Surat resmi adalah surat yang
dikirimkan oleh kantor (pemerintahan/swasta), atau dikirimkan oleh perseorangan
kepada kantor atau sebaliknya. Karena sifatnya resmi maka bahasa yang dipakai
bersifat lugas dan seperlunya.
1. Surat dagang
Surat dagang adalah surat yang dipergunakan
orang atau badan yang menyelenggarakan kegiatan usaha/dagang, seperti
perdagangan, perindustrian, dan usaha jasa (misalnya, perusahaan angkutan,
perusahaan bangunan, perusahaan asuransi, dan perbankan). termasuk juga
koperasi, usaha kecil dan menengah, dan perusahaan Negara/swasta.
Ciri-ciri surat dagang, sebagaimana surat
resmi/dinas adalah sebagai berikut:
a. dikeluarkan oleh suatu instansi atau jawatan,
badan, baik pemerintah maupun swasta;
b. berisi kepentingan bisnis, usaha, dan
perdagangan sesuai dengan bidang usaha atau tujuan badan tersebut;
c. disusun dengan menggunakan bahasa resmi
(baku).
2. Surat perjanjian
Surat perjanjian adalah surat yang berisi
kesepakatan antara dua pihak yang mengikatkan diri dalam perjanjian mengenai
suatu urusan jual beli, sewa-menyewa, pinjam-meminjam, kerja sama mengerjakan
projek tertentu, dan sebagainya.
Berdasarkan bidang kegiatan yang memerlukan
kesepakatan antara dua pihak dikenal dengan perjanjian sewa-menyewa, perjanjian
jual beli, perjanjian pinjam-meminjam, perjanjian kerja sama kesepahaman , dan
sebagainya.
Surat perjanjian dapat berupa perincian
pasal-pasal tetapi dapat juga berupa pernyataan biasa. Dalam surat perjanjian
diatur tentang hak dan kewajiban menyerahkan dan pihak lain berhak menerima
barang atau jasa. Dengan kata lain, ada pihak yang berkewajiban membayar dan
ada pihak yang menerima pembayaran sesuai dengan harga barang/jasa yang telah
disepakati.
3. Surat kuasa
Surat kuasa adalah surat yang berisi pemberian
wewenang atas sesuatu atau untuk menentukan (memerintah, mewakili, mengurus)
sesuatu. Ciri penting yang menandai surat kuasa adalah adanya dua pihak yang
menandatangani surat itu: pihak satu (pertama) sebagai pemberi kuasa dan
satunya lagi (pihak kedua) sebagai penerima kuasa.
Selain itu, surat kuasa ditandai oleh pernyataan
sebagai berikut.
– Saya yang bertanda tangan di bawah ini
…..memberikan kuasa kepada …. untuk ………………
Kalimat penutup yang sering digunakan dalam
surat kuasa adalah sebagai berikut.
– Surat kuasa ini dibuat untuk dipergunakan
sebagaimana mestinya.
– Surat kuasa ini berlaku mulai tanggal…. dan
diterbitkan untuk digunakan seperlunya
D. Menulis Surat Lamaran Pekerjaan
Pada pelajaran sebelumnya kamu telah berlatih
menulis surat dinas. Sebentar lagi kamu akan tamat SMA. Setelah lulus, mungkin
di antara kamu ada yang melanjutkan ke perguruan tinggi, ada pula yang langsung
ingin bekerja. Apabila ingin bekerja, seseorang harus melamar pekerjaan dahulu
ke perusahaan, instansi pemerintah, atau ke lembaga-lembaga pendidikan.
Salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah
membuat surat lamaran pekerjaan. Surat lamaran pekerjaan ialah permhnan untuk
memperleh suatu pekerjaan atau jabatan. Banyak yang tidak mendapatkan
pekerjaan, bukan karena tidak memiliki kemampuan, tetapi karena tidak mampu
menulis surat lamaran kerja dengan baik. Biasanya terdapat tiga hal yang
diperhatikan dalam menulis surat lamaran pekerjaan yakni identitas pelamar,
kualifikasi pelamar, dan data lengkap pelamar.
Unsur-unsur surat lamaran pekerjaan sebagai
berikut.
1. Tanggal surat
2. Lampiran
3. Perihal surat, alamat surat
4. Salam pembuka
5. Isi surat
6. Salam penutup
Surat lamaran pekerjaan termasuk jenis surat
dinas karena disampaikan seseorang ke pihak lain yang berkaitan dengan
perusahaan atau lembaga-lembaga pemerintahan. Untuk itu, kamu harus mampu
membuat surat lamaran pekerjaan.
Contoh Tampilan Dari surat resmi :
Langganan:
Postingan (Atom)